Sebanyak 16 penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu - Grogol terkena air keras yang dilempar pelajar saat tawuran di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (4/10) pagi.
Bukan
hanya mengalami luka bakar, sebagian korban juga ada yang terkena mata yang
bisa mengakibatkan kebutaan. Seluruh korban air keras kemudian dilarikan ke Rumah
Sakit Premier Jatinegara.
Tawuran
pelajar di sekitar Jalan Jatinegara Barat dan Matraman memang kerap terjadi.
Namun tawuran biasanya terjadi saat jam pulang sekolah dengan saling lempar
batu.
BERIKUT USAHA
PEMERINTAH UNTUK MENCEGAH TAWURAN PELAJAR
Maraknya
aksi tawuran pelajar di ibu kota membuat prihatin banyak pihak. Berbagai upaya
pun terus dilakukan untuk meminimalisir aksi tawuran pelajar di ibu kota. Salah
satunya seperti dengan mengumpulkan 1.000 pelajar di Balai Komando Kompleks
Kopassus, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (23/10).
Ke-1.000
pelajar yang dikumpulkan terdiri dari 200 pelajar SMP, 400 pelajar SMA dan 400
pelajar SMK. Mereka dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dari Dinas Pendidikan
DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kopassus.
Ass
Intel Kopassus, Kolonel Richard Tampubolon mengatakan, sudah saatnya pelajar
menghentikan aksi tawuran di Jakarta. Karena hal itu hanya akan merugikan semua
pihak. "Pelajar juga jangan terpengaruh oleh hal apa pun yang berujung
pada tawuran," ujar Richard, Rabu (23/10).
Kepala
Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, menambahkan, Jakarta harus
bebas dari tawuran pelajar dan tindak kekerasan. Setiap pelajar harus saling
menciptakan suasana kondusif agar tawuran tak terjadi lagi. "Selain
mendapatkan pengarahan tentang bahaya tawuran pelajar, mereka juga dapat
wawasan tentang berlalulintas," kata Taufik Yudi Mulyanto.
Kasubdit
Dikyasa Polda Metro Jaya, AKBP Marsinem menuturkan, para pelajar yang membawa
kendaraan pribadi ke sekolah harus tertib berlalulintas. Karenanya melalui
pertemuan ini, pihaknya memberikan edukasi tentang cara berkendara atau
berlalulintas yang baik. "Tentunya siapapun mereka, seorang pengendara
harus tertib dan menaati rambu lalu lintas. Karena melanggar sedikit, dapat
membahayakan diri dan pengendara lain dan bisa berakibat fatal,"
kata Warsinem.
PENDAPAT SAYA :
Tawuran terjadi karena konflik yang sepele, biasanya karena 1 orang yang
memprovokasi teman-temannya agar menyerang sekolah lain. Itu harusnya tidak
terjadi bila pelajar mendapat pendidikan moral yang baik dirumah maupun
disekolah. Artikel diatas juga sudah memperlihatkan Pemerintah sudah berusaha
mengasih pengarahan kepada pelajar itu hal yang sangat positif. Peran
lingkungan sangat mempengaruhi sifat tercela tersebut. Solusinya yaitu
memperketat keamanan ditempat yang sering terjadi tawuran pelajar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar