Rabu, 16 Oktober 2013

BULLYING DI KALANGAN REMAJA




Manusia tentu tidak akan pernah lepas dalam hal bersosialisasi satu dengan yang lain. Dalam praktek bersosialisasi tentu akan ada hal yang positif begitu juga hal yang negatif.

"Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya."

          Tentunya terdapat nilai- nilai,sistem, tata cara, ataupun norma tidak tertulis yang sudah menjadi budaya maupun tradisi dikalangan masyarakat kita.

          Tetapi apa yang terjadi apabila nilai- nilai,sistem, tata cara, ataupun norma tidak tertulis tersebut disalahgunakan atau disalahartikan? Sebagai contoh yang sudah sangat melekat pada masyarakat kita dan merupakan contoh yang paling sederhana adalah tradisi budaya TELAT. Kenapa banyak yang menyebutnya "Budaya"?? seharusnya kita malu apabila ada orang berkata "Ah, dasar budaya telat!", padahal telat merupakan KEBIASAAN BURUK yang masih bisa kita ubah. Banyak orang berpikir bahwa "telat" itu biasa saja dan akibatnya menjadi sebuah rutinitas dalam kesehariannya. Hal seperti ini dapat merugikan diri kita sendiri dan tentunya orang lain di sekitar kita. Apa yang seseorang lakukan, secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi orang lain di sekitarnya.
Kemudian contoh lainnya yang akan dibahas disini, adalah rusaknya sistem pergaulan yang ada dikalangan remaja saat ini.

Sering kali kita mendengar berita tentang jual beli narkoba, seks bebas, tawuran, dan BULLYING. Tentunya kita sudah tahu bahwa tidak sedikit pelaku maupun korban yang masih remaja dan bahkan hal itu sudah merupakan "hal biasa" bagi beberapa orang yang tidak mau berpikir kritis. Sebenarnya mengapa hal itu terjadi? Apa faktor penyebab mereka melakukannya? Apa hal ini merupakan kesalahan orangtua yang tidak menanamkan nilai moral dengan tegas? Apa karena faktor lingkungan yang tidak kondusif sehingga para remaja itu terpengaruh ke jalan yang tidak seharusnya? Atau ada faktor lain?
  
Pada kesempatan kali ini saya akan fokus kedalam topik penindasan atau yang lebih dikenal dengan istilah yang tidak lain adalah "BULLYING". Bullying, menurut BullyFree, merupakan bentuk perilaku yang bersifat intens, menyakiti, mengancam, dan dilakukan berulang-ulang. Bullying merupakan bentuk ketidakseimbangan, yaitu adanya usaha mendominasi dari suatu pihak dan bisa diartikan sebagai mistreatment atau penganiayaan.
 Bullying sudah merasuk kedalam pergaulan di masyarakat dan menjadi "SISTEM" yang tidak benar dengan sendirinya. Tindakan Bullying bisa dilakukan melalui kata- kata maupun melalui kontak fisik dan tentunya hal itu menjerumus ke arah kekerasan. Bullying secara fisik tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa maupun siswa SMA , seperti yang dulu pernah kita dengar tentang berita tindak kekerasan di salah satu institut maupun di salah satu SMA favorit, tetapi hal ini bahkan sudah terjadi di kalangan murid SMP maupun SD jika kita mau telusuri lebih lanjut. Padahal pada kisaran usia mereka, seharusnya mereka belajar dan mendapat nilai moral yang baik dari sekitarnya , bukan menerima tindakan/sikap yang tidak seharusnya dari lingkungan sosial mereka karena hal ini akan berpengaruh kedepannya. Jika saat kecil ia mendapat tindakan bullying dan hal itu tidak segera diatasi, kedepannya anak tersebut berpotensi untuk menjadi pelaku bullying karena adanya niat untuk membalas perilaku yang dulu ia terima atau bisa jadi hal itu menjadi trauma dan tentunya akan berpengaruh terhadap karakternya dan cara ia bersikap terhadap orang disekitarnya. Bullying dapat terjadi di mana saja, sekolah, universitas, rumah, tempat kerja, dsb.  Namun pusat perhatian terbesar adalah di lingkungan pendidikan
Sekolah merupakan tempat menuntut ilmu dan sosialisasi. Di sekolah, setiap murid akan menghadapi teman-teman yang sebaya, lebih muda, dan teman yg lebih tua. Sekolah merupakan tempat terjadinya sosialisasi antarindividu dengan individu lainnya. Akan tetapi, dalam sosialisasi, kebanyakan dari mereka belum dapat memahami temannya satu sama lain, sehingga timbullah kesalahpahaman satu sama lain yang lalu diiringi denagn perkelahian, intimidasi, pemalakan, pengucilan, dan lainnya. Hal yang seharusnya tidak terjadi di kalangan pelajar kini menjadi tradisi yang biasanya dilakukan senior kepada junior. Fenomena ini dapat disebut Bullying, yakni kekerasan yang dilakukan senior kepada junior. Hal seperti ini sering kali dibiarkan, dan ujung-ujungnya "diwariskan" ke tahun-tahun berikutnya, dan menjadi sebuah "siklus"

Bullying tidak hanya terjadi antara senior maupun Junior, Bullying juga dapat terjadi di kalangan mereka yang sebaya seperti penjulukan, ejekan berulang, sebutan rasis, ancaman. Sering kita mendengar para pelajar memanggil teman mereka dengan sebutan yang "akrab" tetapi jarang kita tanya balik apakah dia senang dengan pangiilan itu, hal ini bisa merupakan tindakan Bullying secara verbal/ kata- kata. Sebagian orang tidak suka dipanggil dengan julukan yang merujuk ke fisik seperti ukuran badan, warna kulit, suku, nama orangtua,dan yang lainnya. Bahkan seiring berkembangnya teknologi, muncullah istilah CYBER BULLYING : pesan negatif lewat sms, media sosial, voice mail, ancaman telepon. Sedangkan contoh bullying yang tidak langsung : penyebaran fitnah/ rumor, gesture yang meremehkan, tatapan sinis, dan mengatakan petisi kebencian

Mengapa Korban bullying banyak yang tidak melapor?
1.  Korban "diajarkan untuk tidak mengadu
2. Sebagian besar korban belajar dari pengalaman bahwa tidak semua orang dewasa peduli tentang apa yang mereka alami
3. Korban takut mempeburuk keadaan dengan melapor , karena adanya ancaman dari pelaku
4.  Korban merasa rendah diri dan malu
5.  Adanya perasaan dari pihak korban bahwa hal ini harus dihadapi sendiri
6.  Korban TIDAK TAHU harus meminta bantuan kepada siapa

PENDAPAT SAYA :
Jadilah pribadi yang baik dalam bersosialisasi dengan orang lain, tanamkan nilai moral pada diri sendiri dan tunjukan moral tersebut pada masyarakat. Hapuskan sistem bullying yang terdapat pada pergaulan, dan bentuk karakter diri sendiri melalui panutan yang benar dan jadilah masyarakat yang berguna di masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar