Minggu, 27 Maret 2016

Deduktif dan Induktif

Deduktif

Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus. Ada 3 jenis silogisme dari penerapan deduktif ini yaitu silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme alternative.

Berikut penjelasan dari 3 silogisme deduktif:
  1. Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.
Contoh :
  • Semua ibu menyayangi anaknya.
  • Elisa adalah seorang ibu.
  • Jadi, Elisa adalah seorang ibu yang menyayangi anaknya.
  1. Silogisme Hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris
    Contoh:
  • Jika hari ini tidak macet, saya akan tepat waktu tiba di kampus.
  • Hari ini tidak macet.
  • Maka, saya tiba tepat waktu di kampus.
Silogisme Alternative adalah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain.
Contoh:
  • Ayah berada di kamar atau di dapur.
  • Ayah berada di kamar.
  • Jadi, ayah tidak ada di dapur.

Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Jenis Paragraf Induktif
Paragraf Induktif sendiri dibagi menjadi 3jenis yakni :
  1. Paragraf Induktif generalisasi adalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.
    Contoh :
    Bali ada pulau di Indonesia yang memiliki banyak pantai. Pantai yang mempunyai keindahan luar biasa dan berbeda dari yang lain. Ombak yang cocok untuk bermain papan seluncur. Tak heran jika bali adalah tujuan utama turis dan warga Indonesia dari luar bali.

  2. Paragraf Induktif Analogi merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.Pengembangan paragraf secara analogi ini didasarkan adanya anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam hal yang lain.
    Contoh :
    Pisau yang tumpul lama – kelamaan akan menjadi tajam jika terus menerus diasah. Hal ini dikarenakan pisau yang tumpul tersebut, selalu digunakan dan dilatih sehingga pisau itu tidak menjadi karat dan rusak. Hal yang sama juga terjadi dengan otak manusia. Meskipun bodoh, kita akan menjadi pintar jika terus menerus belajar karena dengan terus belajar otak akan menjadi terlatih sehingga kemampuannya akan menjadi tajam. Oleh karena itu, meskipun bodoh dalam suatu hal, kita akan menjadi pintar jika terus berlatih, sama halnya dengan pisau yang tumpul akan menjadi tajam jika terus diasah.

  3. Paragraf Induktif Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan beberapa fakta yang mempunyai pola hubungan sebab-akibat.
    Contoh:
    Hujan lebat semalam membuat aktifitas di pagi hari terhambat karena banyak jalan yang digenangi air dan tidak bisa dilewati oleh motor.

Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraph.
Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar