Selasa, 11 November 2014

Konflik Dalam Organisasi

Konflik Dalam Organisasi

1. Pengertian Konflik
Konflik dapat diartikan sebagai ketidak setujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang langka secara bersama-sama atau menjalankan kegiatan bersama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanya mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka.

Jenis Jenis Konflik Organisasi
Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :

A. Dari segi pihak yang terlibat dalam konflik
Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

- Konflik individu dengan individu.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.

- Konflik individu dengan kelompok.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.

- Konflik kelompok dengan kelompok.
Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan

B. Dari segi dampak yang timbul
Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik fungsional dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dampaknya dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi fungsional apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.
Menurut Heidjrachman dari berbagai penelitian dan percobaan ternyata ditemukan hasil-hasil yang mirip antara yang satu dengan yang lain situasi, yang timbul akibat adanya konflik, baik konflik yang fungsional maupun konflik yang infungsional. Di antaranya yang penting adalah

  • Timbulnya kekompakan di antara anggota-anggota kelompok yang mempunyai konflik dengan kelompok yang lain.
  • Munculnya para pimpinan dari kelompok yang mengalami konflik.
  • Ada gangguan terhadap persepsi para anggota atau kelompok yang mengalami konflik.
  • Perbedaan antara kelompok yang mengalami konflik nampak lebih besar dari pada yang sebenarnya, sedangkan perbedaan pendapat antar individu dalam masing-masing kelompok tampak lebih kecil dari pada yang sebenanya.
  • Terpilihnya “wakil-wakil” yang kuat dari pihak-pihak yang mengalami konflik
  • Timbulnya ketidakmampuan untuk berfikir dan menganalisa permasalahan secara jernih
Sumber Konflik Organisasi
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasi antara lain adalah :

- Berbagai sumber daya yang langka
Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik.

- Perbedaan dalam tujuan.
Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratan-persyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketat dan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. Apabila hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana yang cukup besar.

- Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan.
Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian.

- Perbedaan dalam nilai atau persepsi
Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugas-tugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugas-tugas rutin tersebut merupakan bagian dari pelatihan.

- Sebab-sebab lain.
Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi.

2. Strategi Penyelesaian Konflik
Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :

- Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

- Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

- Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

- Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

- Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

3. Pengertian Komunikasi
Pasti semua orang butuh dan pernah tau yang namanya komunikasi, jadi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Unsur Komunikasi

A. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi  memiliki 3 (tiga) komponen penting yaitu :

- Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan sebagai tanda.

- Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau,

- Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung.
Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, masing-masing mempengaruhi dan dipengaruhi.

B. Enkoding-Dekoding
Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding.
Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding.
Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder). Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding).

C. Sumber Penerima
Sumber penerima sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam komunikasi adalah sumber (komunikator) kaligus penerima (komunikan). Anda mengirimkan pesan ketika anda berbicara, menulis, atau memberikan isyarat tubuh. Anda menerima pesan dengan mendengarkan, membaca, membaui, dan sebagainya.
Tetapi, ketika anda mengirimkan pesan, anda juga menerima pesan. Anda menerima pesan anda sendiri (anda mendengar diri sendiri, merasakan gerakan anda sendiri, dan melihat banyak isyarat tubuh anda sendiri) dan anda menerima pesan dari orang lain (secara visual, melalui pendengaran, atau bahkan melalui rabaan dan penciuman). Ketika anda berbicara dengan orang lain, anda memandangnya untuk mendapatkan tanggapan (untuk mendapatkan dukungan, pengertian, simpati, persetujuan, dan sebagainya). Ketika anda menyerap isyarat-isyarat non-verbal ini, anda menjalankan fungsi penerima.

D. Kompetensi Komunikasi
Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi.
Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya, makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk mengungkapkan diri.

E. Umpan Balik/ Feed Back
Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis.
Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik.

F. Gangguan
Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima.

G. Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan. Jarang sekali komunikasi berlangsung melalui hanya satu saluran, kita menggunakan dua, tiga, atau empat saluran yang berbeda secara simultan. Sebagai contoh, dalam interaksi tatap muka kita berbicara dan mendengarkan (saluran suara), tetapi kita juga memberikan isyarat tubuh dan menerima isyarat ini secara visual (saluran visual). Kita juga memancarkan dan mencium bau-bauan (saluran olfaktori). Seringkali kita saling menyentuh, ini pun komunikasi (saluran taktil).

H. Pesan
Pesan dalam komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk. Kita mengirimkan dan menerima pesan ini melalui salah satu atau kombinasi tertentu dari panca indra kita. Walaupun biasanya kita menganggap pesan selalu dalam bentuk verbal (lisan atau tertulis), ini bukanlah satu-satunya jenis pesan. Kita juga berkomunikasi secara nonverbal (tanpa kata). Sebagai contoh, busana yang kita kenakan, seperti juga cara kita berjalan, berjabatan tangan, menggelengkan kepala, menyisir rambut, duduk, dan. tersenyum. Pendeknya, segala hal yang kita ungkapkan dalam melakukan komunikasi.

Hambatan-hambatan Dalam Komunikasi
Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :

- Mendengar. Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.

- Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.

- Menilai sumber. Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.

- Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.

- Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.

- Sinyal nonverbal yang tidak konsisten. Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.

- Pengaruh emosi. Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.

- Gangguan. Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
Itulah beberapa hal yang dapat menghambat terjadinya komunikasi yang efektif. dari anekdot tadi dapat kita lihat bahwa kata “nyanyi” di artikan berbeda antara si nenek dengan si cucu.  Nenek mengartikan kata nyanyi dengan arti sebenarnya, sedangkan si cucu, -karena telah biasa menggunakan kata nyanyi untuk buang air kecil-, mengartikan “nyanyi” sebagai buang air kecil.

Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi

A. Dari segi sifatnya :

- Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.lisan ini terjadi pada saat dua orang atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.

- Komunikasi Tulisan
Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima.Komunikasi tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain sebagainya.
Komunikasi tulisan juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk, iklan, dan lain sebagainya.

- Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu  fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.

- Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah  sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

B. Dari Segi Arahnya :

- Komunikasi Ke Bawah
Mengalir dari orang pada hierarki yang lebih tinggi ke jenjangyang lebih rendah. Misalnya dalam bentuk  instruksi, memoresmi, prosedur, pedoman kerja, pengumuman, dan sebagainya.

- Komunikasi Ke Atas
Porsi ini sebenarnya dituntut untuk seimbang dengan komunikasike baawah. Berbeda dengan komunikasi ke  bawah, komunikasike atas mengalir dari orang pada hierarki yan lebih rendah kejenjang yang lebih tinggi.  Misalnya, dalam bentuk kotak sara,pertemuan kelompok, pengaduan, dan sebagainya.

- Komunikasi Horizontal
Merupakan pertimbangan utama dalam desain organisasi,namun organisasi yang efektif memerlukan juga  komunikasihorizontal yang sangat perlu bagi koordinasi dan integrasi dariberaneka ragam fungsi keorganisasian.  Misalnya, komunikasiantar produksi dan pemsaran dalam organisasi bisnis, dsb.

- Komunikasi Diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui jalur ini.

 C. Menurut Lawannya :

- Komunikasi Satu Lawan Satu : berbicara dengan lawan bicaras yang sama banyaknya.
Contoh:berbicara melalui telepon

- Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)‏ : berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok.
Contoh: introgasi maling dengan kelompok hansip.

- Kelompok Lawan Kelompok : berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Contoh: debat partai politik.

Sumber :
http://biruteknologi.blogspot.com/2014/01/konflik-dalam-organisasi.html
http://adenrabani.wordpress.com/2013/11/13/pengertian-komunikasiunsur-unsur-komunikasibagaimana-menyalurkan-ide-melalui-komunikasihambatan-hambatan-komunikasiklasifikasi-dalam-organisasi/
http://3rest.wordpress.com/2012/01/02/pengertian-dan-unsur-komunikasi/

Senin, 20 Oktober 2014

TEORI ORGANISASI UMUM

1. Sebutkan pengertian organisasi dari beberapa tokoh!
  • ·         Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • ·         James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • ·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • ·         Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
  • ·         Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.


2. Bentuk badan organisasi dan sebutkan kelebihan dan kekurangannya!
Organisasi Garis
Oleh Henry Fayol (Paris)
Bentuk organisasi yang paling sederhana dan paling tua, digunakan di kalangan militer dengan jumlah karyawan yang masih sedikit dan saling kenal, dan spesialisasi kerja yang belum begitu tinggi.

Kelebihan
a. kesatuan komando baik karena pimpinan berada di atas satu tangan
b. proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat.
c. Solidaritas karyawan tinggi karena saling kenal.

Kekurangan
a. jika sang pemimpin tidak mampu maka akan mudah jatuh
b. ada kecendrungan bertindak otokratis
c. kesempatan berkembang terbatas

Organisasi Fungsional
Oleh F.W. Taylor.
Pimpinan-pimpinan yang ada tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan mempunyai wewenang memberik komando sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Kebaikan
a. Pembagian tugas jelas
b. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan dengan maksimal
c. Digunakan tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsi-fungsinya.

Keburukan
a. Spesialilsasi menyebabkan susah “tour of duty”
b. Karyawan mementingkan bidangnya sehingga sukar melaksanakan koordinasi.

Organisasi Garis dan Staf
Oleh Harrington Emerson
Biasanya digunakan oleh organisasi besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf tenaga ahli yang memberi saran atau nasihat.

Kebaikan
a. Dapat digunakan oleh tenaga organisasi sebesar apapun dan sekompleks apa pun.
b. Keputusan yang matang dan sehat dapat diperoleh karena adanya tenaga ahli.
c. Dapat mewujudkan “The right man in the right place”.

Keburukan
a. Solidaritas sukar diwujudkan karena tidak saling kenal
b. Koordinasi kadang sukar diterapkan karena terlalu luasnya organisasi

3. Jenis-jenis organisasi(pt, cv, firma, koperasi)
 Perseroan Terbatas (PT)
Merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dengan modal usaha terdiri atas beberapa saham (sero).
Jenis-jenis PT :
a)      Perseroan Terbatas Terbuka.
b)      Perseroan Terbatas Tutup.
c)      Perseroan Terbatas Milik Negara (Persero).
d)     Perseroan Terbatas Kosong.
PT kosong adalah sudah bangkrut dan tidak ada aktifitas, tetapi masih sah sebagai PT.
Kepengurusan perseroan terbatas :
a)      Direksi.
Tugas :
·         Menjalankan badan usaha sebaik-baiknya.
·         Memberikan laporan kepada rapat pemegang saham.
b)      Dewan komisaris.
Tugas :
·         Mengawasi jalannya perusahaan.
·         Memberikan nasihat-nasihat kepada direksi.
·         Melakukan tindakan bila diperlukan untuk kepentingan pemegang saham.
c)      Rapat pesero.
Tugas :
·         Menetapkan pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris.
·         Menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan pokok badan usaha.
·         Mengesahkan laporan neraca rugi/laba dan pembagian keuntungan untuk para pemegang saham dalam bentuk divide.
Kelebihan perseroan terbatas :
a)      Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham.
b)      Pemisahan pemilik dari pengurus.
c)      Mudah mendapatkan modal.
d)     Terdapat efisiensi dalam soal kepemimpinan.
Kekurangan perseroan terbatas :
a)      Pemungutan pajak terhadap perseroan terbatas relatif besar.
b)      Mendirikan perseroan terbatas lebih mahal.
c)      Tidak terjaminnya rahasia.
d)     Kurangnya perhatian para pemegang saham terhadap perusahaan.
5.      Koperasi
Merupakan pekerjaan bersama atau bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992, misi koperasi sebagai berikut :
a)      Memacu pengembangan usaha.
b)      Kemandirian.
c)      Profesionalisme.
Pasal 60 UU No. 25 tentang peranan pemerintah terhadap koperasi, yaitu :
a)      Menciptakan dan mengembangkan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi.
b)      Memberikan bimbingan kemudahan dan perlindungan kepada koperasi.
Unsur-unsur utama organisasi koperasi :
a)      Anggota.
Tugas :
·         Menetapkan anggaran dasar koperasi.
·         Menetapkan kebijaksanaan koperasi.
·         Memilih dan mengangkat serta memberhentikan pengurus, badan pemeriksa, serta penasihat.
·         Menetapkan rencana kerja, anggaran belanja, pengesahan neraca dan kebijaksanaan pengurus dalam bidang organisasi maupun usaha.
Kewajiban anggota mengamalkan :
·         Landasan-landasan, asas, dan dasar koperasi.
·         Undang-Undang, peraturan pelaksanaannya, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
·         Keputusan-keputusan rapat anggota.
Hak anggota koperasi :
·         Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalan Rapat Anggota.
·         Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurus dan badan pemeriksa.
·         Meminta diadakannya Rapat Anggota menurut ketentuan-ketentuan dalam Anggaran dasar.
·         Mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada pengurus di luar rapat, baik diminta atau tidak diminta.
·         Mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota.
·         Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha-usaha koperasi menurut ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar.
b)      Pengurus.
c)      Badan pemeriksa.
Kelebihan koperasi :
a)      Prinsip pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota.
b)      Anggota koperasi berperan sebagai konsumen dan produsen.
c)      Dasar sukarela.
d)     Mengutamakan kepentingan anggota.
Kekurangan anggota :
a)      Keterbatasan di bidang permodalan.
b)      Daya saing lemah.
c)      Rendahnya kesadaran berkoperasi pada anggota.
d)     Kemampuan tenaga profesional dalam pengelolaan koperasi.
Peran koperasi :
a)      Meningkatkan pendapatan rakyat dan pendapatan nasional.
b)      Mengentaskan kemiskinan.
c)      Meningkatkan kualitas hidup.
d)     Memperkokoh perekonomian rakyat dan koperasi sebagai soko gurunya.
 Persekutuan Firma
Merupakan usaha menjalankan sebuah perusahaan dengan memakai nama bersama.
Pengertian lain dari persekutuan firma adalah perjanjian antara dua orang atau lebih dimana masing-masing pihak secara bersama-sama menyetor modal untuk menjalankan usaha bersama dengan tanggung jawab bersama.
Berakhirnya persekutuan firma apabila :
a)      Seorang sekutu meninggal atau jatuh pailit,
b)      Dibubarkan hakim karena alasan-alasan sah,
c)      Jangka waktu yang ditetapkan persekutuan firma telah abis,
d)     Seorang sekutu menarik diri.
Kelebihan persekutuan firma :
a)      Kebutuhan akan modal lebih mudah dipenuhi,
b)      Mempunyai beberapa pemilik,
c)      Perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada perusahaan.
Kekurangan persekutuan firma :
a)      Tanggung jawab yang tidak terbatas daripada setiap sekutu,
b)      Pimpinan dipegang oleh lebih dari satu orang,
c)      Penanaman modal beku (frozen capital).

4. Bentuk-bentuk kerja sama (join venture, trust, dll.)
1. Joint Venture
Joint venture adalah bentuk kerjasama antar beberapa perusahaan yang berasal dari beberapa negara menjadi satu perusahaan untuk mencapai konsentrasi kekuatan-kekuatanekonomi yang lebih padat.
Ciri-ciri Joint Venture;
a) Merupakan perusahaan baru yang didirikan bersama oleh beberapa perusahaan.
b) Modal terdiri dari pengetahuan dan modal yang disediakan para pendiri.
c) Joint venture antara perusahaan asing dengan modal nasional harus berbentuk Perseroan Terbatas.
Keuntungan :
ü Kekuasaan dan hal suara didasarkan pada banyaknya saham yang ditanam oleh masing – masing Perusahaan Pendiri.
ü Perusahan Join Venture tetap memiliki eksistensi dan kebebasan masing – masing.
ü Dapat memanfaatkan skala ekonomi dan spesialisasi.
Kelemahan :
ü Tanggung jawab terhadap semua resiko dibagi antar masing – masing patner (Perusahaan – perusahaan yang berlainan).
2. Trust / Marger
Merger adalah proses difusi dua perseroan dengan salah satu diantaranya tetap berdiridengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap dengan segala nama dankekayaannya dimasukan dalam perseroan yang tetap berdiri tersebut
Merger terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Merger Horizontal adalah merger yang dilakukan oleh usaha sejenis (usahanya sama),misalnya merger antara dua perusahaan Roti, merger perusahaan sepatu.
2. Merger vertikal adalah merger yang terjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan, Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain.
3. Konglomerat ialah merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai produk yang berbeda – beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaan sepatu merger dengan perusahaan elektronik.
Tujuan utama konglomerat ialah untuk mencapai pertumbuhan Badan Usaha dengan cepat dan mendapatkan hasil yang lebih baik
Keuntungan :
ü Dapat mengeluarkan saham dan obligasi.
ü Kebebasan masing – masing perusahan yang mengadakan fusi (peleburan) sama sekalihilang
Kelemahan :
ü Resiko tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan – perusahaan yang bergabung.
ü ketergantungan pada mesin-mesin serta barang-barang modal yg ada.
3. Holding Company / Akuisisi
Holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain atau mengatur satu atau lebih perusahaan lain tersebut.
Keuntungan :
ü Dapat memanfaatkan skala ekonomi  yg ada ( tingkat produksi yang paling besar ).
ü Perusahaan yang sahamnya sudah di beli tidak lagi mempunyai kekuasaan, semua kekuasaan ditentukan olah holding company
Kelemahan :
ü Ada penyesuaian organisasi  dari perusahaan yang diambil alih pada organisasi induk.
ü Semua resiko di tanggung oleh perusahaan yang  mengambil alih.
4. Sindikat
Sindikat merupakan kerja sama antara beberapa orang untuk  melaksanakan proyek khusus dibawah suatu perjanjian. Pembentukan sindikat biasanya di lakukan pada perusahaan penjamin (underwriter).
5. Kartel
Kartel yaitu suat kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan produsen dan lain-lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan beberapa hal, seperti harga, wilayah pemasaran dan sebagainya, dengan tujuan menekan persaingan dan meraih keuntungan.
ü kartel daerah yaitu membagi daerah pemasaran setiap sekutu.
ü kartel produksi yaitu menentukan luas produksi setiap sekutu.
ü Kartel kondisi yaitu penentuan syarat penjualan seperti potongan, tempat penjualan.
ü kartel harga yaitu penetapan harga minimum.
ü kartel pembagian laba yaitu penentuan cara pembagian laba setiap sekutu.
Keuntungan :
ü Kedudukan monopoli dari kartel di pasar menyebabkan kartel mempunyai posisi yang baik didalam menghadapi persaingan.
ü Resiko penjualan barang-barang yang dihasilkan dan resiko kapital para anggota dapat diminimalkan, karena baik produksi maupun penjualan dapat diatur dan dijamin jumlahnya.
ü Kartel itu dapat melaksanakan rasionalisasi, sehingga harga barang-barang yang dijual diproduksi kartel itu cenderung turun
Kelemahan :
ü Dalam berbagai kemungkinan, saingan kartel dapat menyelundup ke dalam anggota kartel.
ü Dalam kehidupan masyarakat luas, kartel dianggap sebagai sesuatu yang merugikan masyarakat, Karena kartel itu praktis dapat meninggikan harga dengan gaya yang lebih leluasa.
ü Peraturan-peraturan yang dibuat bersama diantara mereka dengan sanksi-sanksi interen kartel itu akan mengikat kebebasan para anggota yang bergabung didalam kartel ini.


Selasa, 24 Juni 2014

Manusia dan Penderitaan (Sesi Pertanyaan)

1. Kelompok 1 - Fajar Ramadhanny

    Bagaimana cara menanggulangi orang-orang gila di jalan?
  • Orang gila di jalanan banyak kita liat yang tidak terurus seharusnya itu tanggung jawab keluarga dari orang itu sendiri bukan tanggung jawab pemerintah. Harus keluarga yang mungkin mengirimnyake rumah sakit agar dapat pelayanan lebih baik tidak berkeliaran dijalanan.

2. Kelompok 2 - Bayu

    Bagaimana pendapat tentang penderitaan di negeri ini?
  • Penderitaan di negeri ini karena masyarakat yang tidak mandiri apa-apa menyalahkan pemerintah tidak mengaca dirinya sendiri sudah benar apa belum. Penderitaan pasti ditimbulkan oleh diri sendiri karena malas atau faktor apapun itu.

3. Kelompok 3 - Sendy Aris

    Bagaimana cara mengurangi penderitaan dalam hidup?
  • Penderitaan bisa dikurangi dalam hidup masing2 orang. Caranya pun berbeda, mungkin dengan menata hidup dengan benar dan mempunyai rencana dengan baik kedepannya bisa membuat penderitaan itu berkurang.

4. Kelompok 4 - Isan Widitianto

    Sebutkan contoh penderitaan secara psikologis!
  • Seperti sudah disebutkan di presentasi sebelumnya, contohnya adalah kesepian, ketakutan, kebimbangan.Perilaku diatas sangat membuat kondisi psikis pribadi seseorang menjadi terganggu.

5. Kelompok 7 - Rerinaldi

    Bagaimana cara mengatasi penderitaan ringan dan berat?
  • Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa kita bisa membuat diri kita ini lebih tenang dan nyaman. Tidak hanya itu kita juga harus melakukan sesuatu agar semuanya bisa terwujud tidak hanya mengadu dan berdoa kepada Allah.

6. Kelompok 8 - Juan Caesar

    Bagaimana cara melalui penderitaan tersebut dari sisi Islam?
  • Dengan cara Sholat, Mengaji, dan mejalankan yang Allah perintahkan di Al-Quran. Karena perintah Allah tidak ada yang salah, dan menghadapi penderitaan dengan hari yang lapang dan bersabar agar semua terlewati tanpa ada penderitaan yang lain.

7. Kelompok 9 - Yopan Wahyudi

    Bagaimana cara  mengatasi kekalutan mental?
  • Dimulai dari diri sendiri untuk mengatasi itu, jika kita bisa mengontrol diri kita yang kalut mungkin tidak akan terjadi kekalutan mental. Agar terhindar dari kekalutan itu haruslah kita membuat diri kita ini lebih berarti di mata kita sendiri baru dimata orang lain.

8. Kelomppok 10 - Irsan Tri Gunadi

    Apa hubungannya penderitaan dengan media massa?
  • Orang lain atau diri kita sendiri pasti punya sanak saudara di tempat yang berbeda dan jauh seperti misalnya beda pulau atau beda provinsi. Jadi misalnya terjadi bencana didaerah keluarga kita, kita bisa mengetahuinya lewat media massa, media elektronik dan lain-lain.

Sabtu, 29 Maret 2014

MANUSIA DAN PENDERITAAN



A. PENGERTIAN PENDERITAAN

Kata penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu bisa dirasakan oleh semua makhluk manusia tidak terkecuali, karena penderitaan itu punya arti yang sangat luas sekali. Kadang yang menghasilkan sesuatu saja orang masih banyak mengeluh kalau ini penderitaan, padahal dia menikmati hasil kerja kerasnya yang dia sebut penderitaan. Mungkin kita harus bisa membedakan penderitaan dengan kerja keras. Penderitaan itu terjadi tidak mengenal waktu karena kejadian yang tidak menyenangkan bisa terjadi kapan saja dan itu membuat kita merasa merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan ( Penderitaan ). Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Biasanya ketika kita menyikapi penderitaan itu dengan positif kita mungkin bisa membuat itu sebagai hal pendorong untuk kita menikmati kebahagian dan kenikmatan kedepannya.

B. SIKSAAN

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Siksaan badan yaitu siksaan semasa masih hidup seperti di kucilkan, dipukul, dsb. Semua yang harusnya tidak dilakukan dan tidak diterima oleh manusia yaitu siksaan. Karena sesama manusia sama tidak bisa menghakimi sesama manusia dengan menyiksanya diluar hokum syariat. Siksaan rohani dan jiwa yaitu siksaan yang di jelaskan di AL – QURAN bagi yang tidak taat dan menjauhkan perintah-Nya mendekat kepada larangan-Nya. Maka akan dihukum di akhirat, itulah siksaan.

C. KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan Mental ialah gangguan kejiwaan dikarenakan seseorang tidak mampu menghadapi permasalahan yang terus menerpanya akhirnya membuat dirinya berkelakuan tidak wajar atau bisa dibilang stress. Gejalanya jika seseorang sudah mengalami kekalutan mental adalah Nampak cemas berlebihan, panik, apatis, cemburu sehingga sangat membuat dirinya tidak bisa terkontrol. Maka itu akan membuat dirinya sangat tidak nyaman berada didunia ini, dunia ini dianggap neraka yang kejam karena dia punya pemikiran yang selalu negative ke setiap orang.

D. PENDERITAAN dan PERJUANGAN
Semua umat manusia pasti pernah mengalami penderitaan dan perjuangan dalam hidupnya dalam bentuk apapun itu. Penderitaan muncul karena mungkin kita membuat kesalahan kepada orang lain dan kita menerima konsekuensinya seperti dikucilkan atau lainnya. Ini yang menarik mengapa ada juga perjuangan, ialah sikap yang sangat harus dijalani setiap manusia. Karena perjuangan adalah dari kita di keadaan yang terpuruk kita harus bisa berjuang dan bekerja keras untuk membalikan keadaan agar kita lepas dari semua keterpurukan dan penderitaan tersebut.

E. PENDERITAAN, MEDIA MASA, dan SENIMAN
Penderitaan seseorang sekarang bisa diekspos ke semua orang melalui media masa televisi, radio, koran, dll. Itu menguntungkan bagi sang pembaca berita karena pembaca bisa menyikapi masalah si penderita itu tanpa harus mengalami penderitaannya dan bisa jadi pelajaran hidup. Sangat positif media masa bagi masyarakat itu juga tergantung kita menyikapi semuanya dengan yang positif. Banyak juga penderitaan pejuang – pejuang kita zaman dahulu yang memperjuangkan Indonesia untuk merdeka sampai sekarang ini. Dan untuk mengenang dan memberikan tontonan sejarah agar anak muda bisa mudah menerimanya muncul film yang menceritakan perjuangan dan penderitaan dimasa lalu itu.

F. PENDERITAAN dan SEBAB – SEBABNYA
Manusia mengalami penderitaan pasti memiliki sebab-sebab tertentu dan cerita bagaimana dia bisa sampai dalam posisi menderita itu sendiri. Penyebabnya antara dirinya seniri atau orang disekitarnya, mungkin manusia bisa menderita karena kesalahannya sendiri yaitu seperti dia telat makan dan dia sakit perut. Bisa juga karena orang lain, yaitu difitnah atau di jadikan kambing hitamnya. Banyak orang dinyatakan bersalah karena difitnah oleh orang lain, bahkan temannya sendiri juga memungkinkan melakukan hal seperti itu.

G. PENGARUH PENDERITAAN
Setiap kejadian memiliki pengaruh terhadap hidup kita, apalagi sebuah penderitaan pasti memiliki pengaruh. Pengaruh terbagi lagi menjadi dua yaitu positif dan negative, ini ditentukan dari cara orang yang memandang penderitaan. Positifnya adalah manusia bisa lebih berhati-hati dalam bersikap agar tidak salah dan tidak menerima penderitaan tersebut. Selalu ikhlas dan senang menjalani tugas yang diberikan dosen atau atasan pada saat kerja jangan di pikir itu penderitaan, anda salah besar. Jadikan penderitaan yang pernah anda alami menjadi pengalaman yaitu guru yang sangat berharga. Negatifnya banyak sekali yang sudah terekspos dimasyarakat, karena hanya putus cinta ada yang sampai ingin bunuh diri atau malah membunuh mantannya. Ini adalah sikap sangat tidak terpuji karena sudah melanggar ham dan bisa dibilang tidak mempunyai hati nurani.